Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  #  |  need help ?
Showing posts with label sharing. Show all posts
Showing posts with label sharing. Show all posts

Apakah Bangsaku Tidak Lagi Diperhitungkan?

Written By imran rusli on Friday, January 9, 2009 | 1:16 AM

Dear all:
Ini ada tulisan Ustad Yusuf Mansyur. Simple tapi dalem.
Mudah2an bermanfaat.
bse



Tahun 2004 saya jalan ke Brunei. Karena saya pikir dkt, saya cuma bawa 1
kantong plastik saja. Ternyata di perjalanan, bawaan saya bertambah.
Begitu masuk bandara Brunei, saya berniat membli tas. saya tawarlah 1
tas di 1 toko. Setelah dikurskan ke rupiah, angkanya jd 4,2jt. saya
terbelalak, dan setengah bercanda saya bilang bahwa di Indonesia, tas
kayak gini palingan 300-400rb atau paling mahal 1jt dah. Eh, si penjaga
toko memasang muka merendahkan gitu, dan bilang: "No no no... Bukan tas
kami yang mahal, tapi you punya rupiah yang tak ada harga!".

Ya Allah, seperti ditampar rasanya muka saya. Segitunyakah rupiahku?
Segitunya kah negeriku? Mata uangnya tak ada harga. Lalu, pegimana
bangsanya? Bagaimana negerinya? Adakah martabatnya?

2008 ini entah yang keberapa kali saya mengadakan prjalanan keluar
negeri. Sudah tidak saya hitung lg saking seringnya, he he he. Nikmat
ini saya syukuri. Saya tringat, dulu saban saya dimandiin dan
dipakaikan pakaian oleh ibu saya, ibu saya hampir selalu berdoa dg doa
yang relatif sama. Ya, hampir selalu. Doanya biar saya, katanya,
gampang bulak balik ke mekkah, seperti ke pasar. Terus biar bisa
keliling dunia. Yusuf kecil saat itu, sempat pula bertanya sambil
ketawa, masa iya ke mekkah segampang ke pasar? Lagian mana mungkin sih
keliling dunia? Ibu saya menjawab, eeeehhhh... Allah Punya Kuasa. Kalo
DIA mau, gampang buat DIA mah. Nabi Muhammad aja diterbangin isra
mi'raj.

Ya itulah doa ibu saya. Alhamdulillah. Trnyata betul. Sekarang saya
alami sendiri. Pergi haji buat saya pribadi udah benar-benar gampang.
Alhamdulillah. Biar pintu pendaftaran dah ditutup, saya masih bisa
pergi dengan undangan kerajaan punya, atau dengan cara-cara yang
tahu-tahu saya udah di sana! Subhaanallaah memang. tapi saya ga aji
mumpung. Waktu ibu saya, mertua dan rombongan keluarga ga dapat nomor
haji, banyak orang dekat bilang, pake dong power ente. Ah, saya mah
malah bilang, sabar ya bu. Sabar ya wahai keluargaku. Pergi haji mah
urusan Allah. Ga usah dicari-cari. Kalo dah waktunya, ya waktunya.

Dan alhamdulillah, pergi ke luar negeri pun sekarang ini saya yang
susah payah menolak undangannya. Masya Allah. And I speak not only in
bahasa; but both in arabic and english as an international language.

Saya bersyukur dengan keadaan ini, tapi sekaligus ada yang membuat saya
menjadi tertegun. Betapa "Jakarta" dah ga dianggap. Di hampir semua
bandara internasional; baik asia, maupun non asia, nama "Jakarta" ga
ada lagi di board penunjuk waktu.. Yang ada: London, Paris, New York,
dan kota-kota besar dunia. Bahkan ada nama Kuala Lumpur! Sedang
Jakarta, yang mewakili satu nama besar: Indonesia, ga ada lagi di board
tersebut.

Apa yang sedang terjadi dengan bangsa kita, kita semua tahu...

Setiap kali keluar kota dan keluar negeri, saya termasuk yang langka
punya. Ga bawa duit, dan ga bawa kartu kredit. Bukan apa-apa, sebab
biasanya saya dijemput langsung di pintu pesawat. Atau kalaupun tidak,
dijemput di setelah lolos imigrasi. Oleh para penjemput di kota-kota
atau negeri-negeri orang, saya sudah ditanggung beres.. Jadi, uang yang
saya bawa, benar-benar ga laku, he he he. Pengertian ga laku ini, hanya
untuk menunjukkan ga terpakai. Sebab kalaupun saya bawa dollar,
mereka-mereka menahan saya untuk bayar. Mereka saja yang berkhidmat.

Hingga satu waktu, saya jalan ke Singapore untuk keperluan pribadi..
Berangkatlah saya sendiri, sebagaimana biasanya. Ya, saya senang
berangkat sendirian. Sebab simple. Enteng. Ga banyak-banyak orang.
Paling banter, berdua dg istri atau anak-anak. tapi ini pun jarang. Dan
sampe di Singapore juga sendiri.. Ga ada yang jemput. Sebab saya pun
tidak mmberitahu kawan-kawan di sana. Sampe di Changi saya baru ingat,
saya hanya bawa 2jt. Dan itu rupiah. Belum saya tukerin. Menjelang
keluar bandara, saya laper, pengen cari cemilan dan kopi. Bergegaslah
saya ke salah satu sudut, untuk beli yang saya maksud. Saya pikir, bisa
lah skalian nuker seperti kalo belanja di Bangkok, Thailand. Eh,
ternyata saya salah. "Indonesia?" , tanya pelayan toko. Ya, saya bilang.
Indonesia. "Oh, sorry," katanya sambil muka nya ga enak gitu. "Your
money didn't accepted here". Masya Allah! Lagi-lagi kayak ditampar saya
ini. Uang rupiah ga diterima di sini.

Selanjutnya dia menunjukkan money changer di bandara. Saya mengurungkan
niat saya untuk nyemil dan ngopi. tapi saya pura-pura mengiyakan akan
menuju money changer. Dan subhaanallaah, kekagetan saya belom selesai.
Si pelayan ini masih bersorry-sorry ria. Katanya, jangan kaget, rupiah rendah
sekali katanya nilai tukarnya. Waaah, entahlah apa yang ada di benak saya....

Bahkan pengemispun tidak menerima rupiahku! Ya, itulah yang saya alami.
satir. Mirip komedi satir. Lucu, tapi getir.

Antara 2004-2005, dalam 1 lawatan ke Eropa. Saya dkk turun di
Frankfurt, German. Dari sini perjalanan ke beberapa negara di Eropa,
dimulai. Sekian waktu , sampe lah kami di Belanda. Ada salah satu kawan
di rombongan yang mmberi tahu betapa Indonesia sudah tidak ada.
"Hatta," katanya, "Di tempat pelacuran, ada pengumuman agar para
pelacur tidak menerima mata-mata uang yang ditaroh di list. Salah
satunya rupiah!". Kawan saya ini berkata geli. Saya pun ikut tertawa.
Tapi ngebatin. Ada segitunya ya.

Dari Belanda, kami pergi ke Belgia dan kemudian ke Perancis. Naik
kereta super cepatnya Eropa. Enak, nyaman, dan menyenangkan.
Turun di stasiun Perancis, kami dicegat oleh 1 pengemis perempuan.
Cantik menurut ukuran saya mah. Sampe saya geleng2 kepala, kenapa dia
mengemis. Kalo boleh saya bawa, mending saya bawa ke Jakarta, he he he.
Trnyata dia mengaku Bosnia punya. Maksudnya, orang Bosnia. Sdg hamil
pula. Entah bohong apa tidak. Salah satu kwn, memberinya rupiah. 200rb.
Di Indonesia, 200rb ini bukan cuma besar. Tapi sangat besar. Niscaya
kalo pengemis di tanah air diberi 200rb, akan sujud2 rasanya kpd yang
mmberi. Dia pun saat itu trsenyum. Barangkali dia merasa kwn saya itu
sdh mmberinya uang besar. Kwn saya pun senang melihat pengemis itu
senang..

Lusanya, kami langsung balik ke Amsterdam, Belanda. Naik kereta
lagi. Sampenya di stasiun, ketemu lagi dengan pengemis perempuan muda
tersebut. Kali ini wajahnya bersungut-sungut. Dari kejauhan dia melihat
kami. Begitu melihat kami, dia langsung berlari menuju kami dengan
wajah yang tiba-tiba kesal begitu. Terus, langsung menemui kawan saya
yang tempo hari ngasih. Dengan kasarnya, uang 200rb itu dipulangin.
Katanya, sambil marah, dia mengatakan, ini toilet paper! Gila, saya
bilang, uang kita disebutnya kertas toilet. Dia bercerita sambil
membuat kawan-kawan terbahak-bahak. Katanya, dia berusaha menukar uang
kita itu, tapi ga ada yang nerima. Barangkali semua kawan sama dengan
saya, di selipan tawa kami, ada satu kegetiran, segitunyakah rupiah
saya? Rupiah kita? Sampe pengemis saja ga menerimanya? Masya Allah.
Bangkitlah wahai negeriku. Bangkitlah wahai negeriku.

Hampir di setiap events internasional, perhatian kita (untuk saya
tidak mengatakan perhatian pemerintah), sangat-sangat kurang. Terbilang
lumayan sering anak-anak Indonesia berprestasi memenangkan
kompetisi-kompetisi internasional semacam olimpiade fisika, matematika,
sains, bahasa dan lain-lain. Tapi sepi benar dari pemberitaan.
Berita-berita buat bangsa kita tidak lagi ada, atau sedikit, yang
mmbuat kita sendiri bangga. Barangkali seperti tulisan saya ini, he he
he. Maaf ya. Tapi emang kenyataannya begini.

Saya pernah membaca ada seorang yang sangat pintar di negeri orang.
Tapi katanya dia ga merasa dihargai di negeri sendiri. Akhirnya hasil
penemuannya dipatenkan di negeri di mana dia belajar dan mengabdi, dan
kemudian dia mendapatkan permanen residence dari negeri tsb.

Sekelompok kawan TKI di salah satu negara tujuan TKW, mengeluhkan juga
tentang "perwakilan" mereka di negeri itu. Katanya, kita punya gedung
sekian belas lantai. Tapi nothing buat kita! Begitu katanya. Wuah,
miris juga saya dengar. Lihat terusan kalimatnya. "Sedangkan Philipina,
hanya 2 lantai, itu pun ngontrak, tapi bangsanya bangga dengan kerja
perwakilannya. Puas". Sedangkan kita, benar-benar payah. Kalau kita
lapor (maksudnya itu TKW2), kita ga diperlakukan dg ramah. Malah jadi
kayak jongos benar-benar. . Mereka kemudian cerita, bangsa aslinya
sendiri, ketika mereka datang mau mengadu, mereka duluan yang menyapa:
What can I do for you...?". Ramah bener.

Yah, itu barangkali sekelumit hal-hal yang tidak menyenangkan. Tapi
saya percaya, negeri kita masih diperhitungkan di dunia ini. Benarkah?

Siapa yang tidak bangga dengan Garuda? Maskapai Penerbangan Nasional
yang menginternasional. Bangga.. Sejarah Garuda demikian mengagumkan.
Hingga ketika diri ini yang bangga dengannya menerima satu kenyataan.
Kata seorang petinggi wilayah ketika saya menginap di kediamannya di
Amstelvein, Belanda, Garuda tidak lama lagi tutup. Bukannya ga boleh
terbang loh.. Tapi tutup. Sebab tidak laku atau gimana lah. Ga ngerti.
Beberapa tahun setelahnya, saya dikagetkan lagi dengan berita bahwa
Garuda tidak diperkenankan melewati Eropa karena satu dua alasan.
Bahkan di wilayah saudi pun bermasalah. Entahlah apa yang sedang
terjadi. Saat tulisan ini dimuat, Garuda sudah berhasil melewati
masa-masa sulit itu. Bahkan Garuda sudah menangguk keuntungan dari yang
tadinya merugi. Dan Garuda pun menerima penghargaan internasional.
Namun, ketika ada berita bahwa Garuda tutup dan Garuda dilarang
terbang, rasanya teriris-iris hati ini. Tarbayang Garudaku yang gagah,
yang jadi perlambang negeri ini, harus "menerima perlakuan" tidak
hormat seperti itu. Terbanglah lagi Garudaku. Mengangsalah ke seluruh
penjuru dunia. Supaya dunia tahu betapa gagahnya lambang negaraku.

Saya tersenyum kecut dengan dua berita yang turun dengan rentang
waktu yang tidak berapa lama. Yaitu berita tentang petinggi kita yang
kamarnya digeledah ketika berada di negeri orang. Dan yang satunya
lagi, ketika diperiksa berlama-lama di imigrasi satu airport
internasional. Lepas dari kenapa dan bagaimananya kisah di balik dua
berita itu, bagi saya ya sekali2 memang petinggi kita kudu merasakan.
Merasakan apa? Merasakan jadi warganya. Tidak jarang kami-kami juga
diperlakukan demikian. Seenaknya saja mereka masuk kamar hotel kami dan
memeriksa kami dengan satu alasan sederhana saja: Kami harus memeriksa
Anda! Begitu saja. Ga ada penjelasan.

Di Australia, berapa kali saya harus melewati pemeriksaan yang -- hingga --
ikat pinggang saya pun hrs ditaroh di pemeriksaan. Tas-tas saya pun hrs
dibuka dan cenderung bahasa seharusnya: diobrak-abrik. Lagi-lagi alasannya
sederhana: Kami harus memeriksa Anda. Satu yang menyakitkan, mereka
melihat wajah saya: Asia. Asia harus diperiksa. Lalu ditanyalah saya,
darimana? Saya jawab dengan gagahnya: Indonesia. Eh tanpa dinyana,
petugas membuka lembaran petunjuk, dia urut dengan jarinya, ketemu! Ya,
katanya, Indonesia harus diperiksa. Ooo, rupanya dilembar cek-list itu,
nama Indonesia masuk daftar negara yang orang-orangnya harus diperiksa.
Subhaanallaah. Geram juga saya. Nanti, kata saya, kalau saya udah jadi
Presiden, saya gituan dah dunia, he he he. Untunglah saya jauh jadi
presiden. Kalo iya, udah perang terus kali bawaannya, ha ha ha.. Perang
urat syaraf. Betapa tidak, Bali saya periksa ketat seperti mereka
memeriksa kita. Kamar-kamar mereka, tak geledah di sembarang waktu. Dan
saya instruksikan supaya mata uang yang dipakai, hanya rupiah. Tak
bikin peraturan, dolar dan lain-lainnya, kecuali real barangkali karena
negeri dengan mekkah dan madinah, he he he, ga boleh masuk ke
Indonesia.. Mereka sudah harus nuker di negaranya masing-masing. Bakal
dimusuhin sih, tapi biar saja. Wong presidennya kan saya, ha ha ha.
Negara juga negara saya. Kalo ga suka, ya jangan masuk negara saya.
Cuma, saya akan bikin dunia juga jadi perlu sama saya, jadi perlu sama
Indonesia. Sehingga pasti mereka akan susah payah nurut, seperti
hebatnya kita diam dan nurut diperlakukan oleh mereka!
1:16 AM | 2 komentar

Daftar Kasus Ter-”bodoh” di Dunia

Written By imran rusli on Friday, November 28, 2008 | 9:13 PM

Filed Under (INSERT NEWS) by lieagneshendra on 26-11-2008

1. Seorang wanita dari tenesse yg kesal setelah memergoki suaminya tertidur dengan rokok ditangannya masih menyala sehingga melubangi kasurnya, meninggalkan sebatang rokok yg juga masih menyala di tempat yg sama hanya untuk MEMBERITAHUKAN PADA SUAMINYA APA AKIBATNYA BILA TERTIDUR DI KASUR DENGAN ROKOK YG MASIH MENYALA… alhasil… rumahnya habis terbakar… (duh…)

2. Remo Jalosjos, seorang anggota kongres di Filipina divonis 173 tahun penjara atas tuduhan pemerkosaan berulang pada seorang anak berusia 11 tahun. Seperti apa hidupnya dipenjara? ia punya beberapa kamar sendiri, lengkap dengan tv, dapur, kamarmandi pribadi lengkap dengan pemanas air dll. Ia bukan cuma menjual makanan ke rekan2 se-penjara di kios-nya juga menyewakan lapangan tenis yg baru dibangunnya itu. Ketika dikritik soal bagaimana ia mendapatkan perlakuan istimewa,ia ngotot bahwa itu salah pemerintah yang tidak sanggup memberikan perlakuan yg sama kepada para napi lainnya. (jago nih ngelesnya….)

3. St. Clair County, Illinois, telah menghabiskan dana $330 juta dollar untuk membangun sebuah airport yg ternyata selama setahun tidak pernah disinggahi satu pesawat-pun baik maskapai maupun pribadi, beroperasi 12 jam perhari dengan 27 pekerja + full team pemadam kebakaran dan maintenances, lucunya biaya renovasi sebesar $2.5 juta masih saja di approve meskipun sampai saat ini belum ada satupun maskapai bersedia menggunakan airport tersebut.

4. Paul Stiller, 47, dan istrinya sama-sama dirawat di Andover Township, New Jersey, bulan September lalu, keduanya menderita luka yg cukup parah sebagai akibat dinamit sebesar 1/4 stik yg meledak di mobilnya. Ketika di jalan, pasangan yang di dera kebosanan itu iseng2 membakar dinamit tersebut dan melemparkan ke luar jendela mobilnya untuk menghapus jenuh. SAYANGNYA MEREKA LUPA MEMBUKA KACA JENDELANYA.

5. Seorang pengemudi Truk di Turki, Nazim Canturkas, menyalakan korek untuk memanasi tanki bensinnya yang beku. Berdasarkan pernyataan dengan nada mengejek dari seorang anggota pemadam kebakaran yang bertugas waktu itu, Nazim menggunakan cara yang terlalu berbahaya… (ini mah goblok !!!)

6. Oklahoma City, Dennis Newton (47), sedang menjalani sidang atas tuduhan perampokan bersenjata sebuah toko, sebenarnya saat itu ia sedang di atas angin, sampai ketika manajer toko itu bersaksi bahwa memang Newton-lah pelaku perampokan itu, Newton marah besar dan langsung menghampiri manajer itu dan berteriak “seharusnya ku tembak saja kepalamu waktu itu !!!”, seketika semua yg hadir terdiam. “Ee… maksudnya seandainya memang waktu itu aku yg merampok…”, Newton meralat ucapannya… tapi gara2 itu juri dan hakim jadi yakin kalau ia memang bersalah… hasilnya 30 tahun penjara buat Newton…

7. Di Baltimore, Maryland, seorang wanita kesasar sampai Syracuse, New York setelah lama mengemudikan mobilnya. Malu untuk mengaku kesasar, dan tidak tau jalan pulang, ketika melihat seorang polisi, ia mengaku bahwa ia baru saja diculik oleh seseorang bersenjata api di Baltimore, gara-gara pengakuannya ini, terjadilah operasi pengejaran yg melibatkan 5 kesatuan dari beberapa negara bagian. Sampai akhirnya diketahui penyebab sebenarnya, wanita tersebut ditahan dan hanya diperbolehkan pulang bila suaminya yg menjemput dan HANYA SUAMINYA JUGA YG BOLEH MENYETIR MOBILNYA.

8. Detroit: R.C. Gaitlan, 21, mendekati 2 petugas yang sedang mendemonstrasikan squad car computer felon-location equipment kepada anak-anak di lingkungan detroit. Ketika ia menanyakan bagaimana cara kerja mesin itu, petugas meminta ID-nya, Gaitlan kemudian memberikan SIM-nya, petugas tersebut kemudian memasukkan nomor ID Gaitlan yang kemudian serta merta ditangkap dan di lumpuhkan saat itu juga, kenapa? karena ternyata di komputer petugas itu muncul nama Gaitlan sebagai DPO (wanted) tersangka perampokan bersenjata 2 tahun yg lalu… (apes mas…)

9. Di Ohio, seorang yg tidak jelas identitasnya berusia menjelang 30an mendatangi kantor polisi dengan kawat sepanjang 9 inchi nongol dari jidat-nya. Dengan tenangnya, laki2 itu meminta petugas untuk mencoba me-rontgent-nya untuk menemukan otaknya yg menurutnya hilang dicuri, terkaget2 petugas itu, terlebih ketika ia mengetahui bahwa laki2 tersebut telah mengebor kepalanya sedalam 6 inchi menembus tengkoraknya dengan sebuah power drill dan memasukkan kawat yg ada di jidatnya itu hanya untuk mencari otaknya yang menurutnya hilang tersebut !!!! (yang ini gw percaya mang ilang tuh otaknya… duh…)

10. February, berdasarkan laporan polisis di Windsor, Ont., Daniel Kolta, 27, dan Randy Taylor, 33, meninggal karena mengadu kepalanya setelah keduanya berimbang adu keberanian menabrakkan snowmobile-nya… (no comment deh yg ini…)

11. Di Phnom Penh restaurant, 3 warga Kamboja meninggal setelah bermain “footsies” (jepit2an kaki) dibawah meja makannya dengan sebuah ranjau anti tank yg gagal meledak yg mereka temukan. Seluruh pengunjung restaurant berhamburan keluar ketika mengetahui apa yg mereka lakukan… (gak bisa komen lagi sama yg ini… goblok apa idiot sih mereka???)

12. Di tahun 1999, sebuah kota kecil di Kingsville, Texas, geger ketika di tengah malam “ujug-ujug” kotanya di serbu 800-an tentara dengan seragam camouflage dan 8 helikopter. tembak2an terjadi, bomb2 diledakkan, sebuah pabrik dan bekas kantor polisi hancur berantakan, tak satupun petugas 911 yg bisa menjelaskan kejadian tesebut, sampai pada akhirnya seorang pejabat militer meminta maaf karena lupa memberitahukan soal rencana latihan perang urban gorilla. dan meminta maaf atas hancurnya 2 gedung yg hancur sebagai akibat salah sasaran… (walah…. parah amiiir….)

13. Modesto, CA, Steven Richard King ditahan atas usahanya merampok sebuah cabang Bank of America tanpa senjata, ia menggunakan jarinya yg disembunyikan dibalik bajunya untuk mengecoh pegawai bank, sampai akhirnya rencananya tersebut gagal setelah tanpa sengaja ia mengeluarkan tangannya dari jaketnya… (nah klo yg ini yg bg yg nodong apa yg ditodong???)

14. Sylvester Briddell, Jr., 26, tewas February lalu di Selbyville, Delaware, setelah memenangkan taruhan dengan teman2nya. Bahan taruhannya….. Beranikah Briddell menarik trigger revolver berisikan 4 peluru yg teracung ke mulutnya… (brani apa geblek nih orang ?)

15. Seorang perampok di Topeka, mndatangi Kansas Kwik Shop, dan meminta semua uang yg ada di mesin kasir, yang ternyata isinya terlalu sedikit untuknya, merasa kurang, ia pun mengikat penjaga toko tersebut dan menyamar sebagai kasir selama kurang lebih 3 jam dengan maksud siapa tahu jumlah rampokannya bisa bertambah… alih2 bertambah, justru malah polisi yg kebetulan singgah dan kemudian mengetahui penyamarannya langsung menangkapnya saat itu juga. (Apes lagi….)

16. AT&T memecat President John Walter setelah 9 bulan menduduki jabatannya dengan alasan kurangnya “intellectual leadership”. John Walter menerima pesangon sebesar $26 juta atas pemecatannya tersebut. (Sebenernya yg Intellegence-nya kurang tuh siapa ya disini ???….)

17. Polisi Los Angeles beruntung sekali saat itu, ketika para tersangka perampokan dibariskan untuk identifikasi wajah… salah satu tersangkanya tidak dapat mengontrol mulutnya… ketika detective menanyai satu persatu tersangka tersebut, dan kemudian menirukan kata2 perampok yg sedang dicari2 itu… “Berikan semua uangmu, atau kutembak !!!”… ujug-ujug.. alias tiba-tiba salah satu tersangka tersebut berteriak dengan ngototnya… “Hey, aku kan gak gitu ngomongnya !!!”… (ini mah be-ge + dungu + t.o.l.o.l…)

18. Seorang laki2 dari Illinois, berpura2 memiliki senjata, menculik seorang pengendara motor dan memaksanya pergi ke 2 mesin ATM yang berbeda untuk mengambil uang dari rekeningnya sendiri !!!!! (Wakakakakak… konyol sumpah…)

19. Seorang anak laki2 berusia 19 tahun dari Sheffield Lake, Ohio, mencuri kartu kredit ibunya untuk membayar operasi payudara pacarnya… sialnya, pacarnya tersebut langsung memutuskannya setelah operasi tersebut dan anak laki2 tadi kini menjalani 18 bulan masa tahanannya… (wtf ?!?!?!?!)

20. Christopher Jansen, seorang terdakwa kepemilikan senjata yg menuntut balik polisi yg menggeledahnya karena tidak ditemukan bukti, sedang menjalani proses peradilannya maret lalu di Pontiac, Michigan. Ia ngotot bahwa petugas telah menggeledahnya tanpa surat perintah. Jaksa penuntut juga ngotot, petugas tidak perlu surat untuk menggeledah, karena Jansen terlihat membawa benda mencurigakan di dalam jaketnya, “bisa jadi itu pistol atau apa” katanya. “Nonsense” kata jansen, yg kebetulan mengenakan jaket yg sama, kemudian ia pun menunjukkannya pada sang hakim, bodohnya, ketika ia memberikan jaketnya pada sang hakim, ia tidak memeriksa terlebih dahulu isi kantungnya. Ketika sang hakim memeriksa jaketnya……… ia tertawa terpingkal2…. tau kenapa? karena ternyata di kantung jaket si jansen itu ia menemukan sepaket cocaine !!! (No comment deh yg ini juga…)

21. Guthrie, Oklahoma, October lalu, Jason Heck berniat membunuh seekor kaki seribu dengan senapan kaliber 22-nya, meleset, pelurunya mengenai batu dan mental sehingga mengenai kepala temannya, Antonio Martinez yang kemudian mengalami retak di tengkorak kepalanya… (alah mas… kurang kerjaan sih lu…???)

22. Polisi di Oakland, California, menghabiskan 2 jam mencoba membuat seorang bersenjata yg berlindung di rumahnya untuk menyerahkan diri. Setelah 10 kali menembakkan gas air mata, petugas baru sadar kalau orang bersenjata itu ada di sebelah mereka sambil ikut-ikutan berteriak meminta orang yg di dalam rumah itu untuk keluar dan menyerah… (wtf lagi… klo yg ini yg geblek siapa?)

23. Dua orang perampok asal Michigan memasuki sebuah toko kaset di Detroit, dengan gugup salah seorang perampok itu berteriak “Jangan ada yang bergerak !!!” sambil menodongkan senjatanya…namun entah karena memang gugup atau tidak sengaja, ketika partner-nya bergerak menuju kasir, langsung saja DOR!!!… dan tumbanglah si partner… (rampok kok grogi… ???)

24. Medford, Oregon, seorang pengangguran berusia 27 tahun yg baru saja membunuh 3 orang, menuding perguruan tinggi tempatnya mendapatkan gelar MBA sebagai penyebabnya… katanya ” perguruan tinggi ini terlalu banyak mencetak sarjana bisnis… seandainya aku memilih jurusan lain pasti tidak begini jadinya…” (maksud lo ??? nganggur koq nyalahin org lain…)

25. Lagi-lagi perampok dodol… di San Fransisco, (lagi rame nih di sono… kejadiannya masih lumayan baru) Patrick Johnson, berniat merampok sebuah cabang Welfare Bank. Johnson memberikan selembar cheque bertuliskan “ini perampokan, masukkan uang kalian ke tas saya”, pada seorang teller di bank tsb, tapi si teller menjawab, “maaf pak, kami tidak bisa menguangkan cheque bapak, karena ini cheque Bank of America, kalau mau bapak ganti dengan cheque milik Welfare Bank atau bapak ke kantor cabang Bank of America saja pak…”, Johnson pun menjawab… “oooo… gitu… ya sudah aku kesana saja…” tidak lama kemudian ia ditangkap ketika sedang mengantri di kantor cabang Bank of America yg tak jauh dari situ, setelah kemudian si teller tadi buru2 menghubungi polisi begitu Johnson pergi meninggalkannya… (parahnya lagi, ternyata lembaran cheque yg digunakan tadi adalah miliknya pribadi…)… >>> (be-ge koq keterlaluan toh John… jhon…).


dari Blog Agnes Davonar, OK!

9:13 PM | 3 komentar

Sharing

Info

Sosok

Popular Posts

About Me

My photo
saya selalu ingin menginformasikan segala sesuatu pada publik (soalnya bagi-bagi duit nggak bisa, jadi ya bagi-bagi cerita aja)